Vaksin DTP kombo diberikan mulai usia 2 bulan hingga usia 18-24 bulan. Vaksin ini berguna mencegah berbagai penyakit berbahaya, yaitu: Difteri, Tetanus, Pertusis, Hepatitis B, dan Hemofilus influenza B (beberapa merk berisi IPV juga).
Berikut adalah fakta-fakta penting seputar vaksin DTP:
Vaksin DTP kombo merupakan satu dari imunisasi dasar yang harus diberikan kepada anak.
Bukan sekadar mencegah sakit, vaksin DTP kombo mencegah berbagai penyakit berbahaya yang berpotensi menyebabkan kecacatan atau meninggal dunia.
Penyakit berbahaya yang dicegah dengan DTP kombo adalah: Difteri (menyebabkan sumbatan saluran napas dan kerusakan otot jantung; Tetanus (menyebabkan kematian pada bayi baru lahir); Pertusis (batuk 100 hari atau batuk rejan); Hepatitis B (sebabkan Hepatitis B kronis dan kerusakan hingga gagal hati); Hemofilus influenza B (sebabkan radang selaput otak).
Vaksin DTP sudah diberikan secara nasional kepada anak-anak di Indonesia sejak tahun 1976.
Vaksin DTP kombo sudah diberikan selama puluhan tahun lamanya dan teruji efektivitas maupun keamanannya.
Pandemi Covid-19 lalu menyebabkan turunnya cakupan berbagai imunisasi, salah satunya DTP kombo.
Menurunnya cakupan DTP kombo akan menyebabkan berbagai penyakit di masa lalu muncul kembali, seperti sudah terjadi pada kasus KLB Polio dan Campak.
Vaksin DTP yang sudah terlambat diberikan dari jadwal masih bisa disusulkan sampai usia berapapun, bahkan pada remaja.
Berikan setidaknya 4 dosis vaksin DTP kombo pada anak, idealnya sebelum anak berusia 24 bulan.
Anak yang baru mendapat satu dosis DTP kombo tidak perlu mengulangi pemberian dosis pertamanya, cukup menambahkan kekurangan dosisnya saja (dosis II, III, dan IV).
Tidak semua anak yang diberikan DTP kombo akan muncul demam setelah divaksin.
Anak yang mengalami demam pada dosis pertama DTP kombo tidak selalu akan mengalami demam di dosis-dosis berikutnya.

Komentar
Posting Komentar