Langsung ke konten utama

Vaksin DTP Kombo: Benteng Pertama Anak dari Penyakit Mematikan

"Dok vaksin DTP ini nanti bikin anak demam nggak ya?" tanya seorang ibu, "Apakah perlu minum parasetamol sebelum anak divaksin DTP dok?" tukas ibu lainnya menimpali.

Harus diakui, vaksin DTP kombo saat ini lebih dikenal karena reputasinya sebagai vaksin pembuat anak demam. Padahal demam pascavaksinasi DTP boleh dibilang tidak ada apa-apanya ketimbang bila anak sampai terinfeksi penyakit yang dicegah dengan vaksin DTP kombo.

Masalahnya, penyakit seperti Difteri, batuk rejan (Pertusis), dan Tetanus sudah jarang terdengar di era modern ini, salah satunya berkat peranan program vaksinasi yang sudah dimulai di Indonesia sejak tahun 1956.

Difteri

Definisi: Difteri adalah penyakit menular yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphtheriae

Tanda dan Gejala: Sakit tenggorokan, demam, sulit menelan, pembengkakan leher, batuk dengan suara seperti menggonggong, dalam kasus berat bisa terjadi kesulitan bernapas hingga kematian.


Komplikasi: Toksin Difteri bisa masuk ke aliran darah, menyebabkan komplikasi berupa peradangan dan kerusakan otot jantung, radang jaringan saraf, gangguan ginjal, dan pendarahan karena trombosit darah yang rendah.

Pertusis

Definisi: Pertusis adalah infeksi pernapasan yang sangat menular yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis.

Tanda dan Gejala: Demam tidak tinggi, pilek, dan batuk yang khas (batuk panjang yang diikuti dengan tarikan napas di akhir batuk, kadang ada muntah, biru, atau kejang). 

Seorang anak mengalami komplikasi pada mata akibat batuk panjang pada Pertusis

Komplikasi: Pneumonia, kejang, dan serta gangguan pada otak.

Tetanus

Definisi: Tetanus adalah penyakit yang ditularkan melalui spora bakteri Clostridium tetani, yang hidup di tanah, air liur, debu, dan kotoran hewan. 

Tanda dan Gejala: Bakteri dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka dan mempengaruhi sistem saraf. Terjadi kontraksi otot terutama otot rahang dan leher. Infeksi Tetanus pada bayi baru lahir dapat menyebabkan kematian.

Seorang bayi yang menderita Tetanus


Komplikasi: Kematian (utamanya pada bayi baru lahir).

Haemophilus influenzae b

Definisi: Penyakit Haemophilus influenzae disebabkan oleh bakteri H. influenzae



Infeksi Telinga Tengah


Hepatitis B

Definisi: Hepatitis B adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV).


Hati yang mengalami sirosis


Komplikasi: Kematian akibat gagal hati akut, Hepatitis B Kronis, Sirosis Hati, Kanker Hati.
dr. Krisna Adhi, Sp. A
Ketua Bidang Litbang & IT Perdalin Kotapraja.
Co Founder di Klinik Vaksinasi Ar Rohmah,
Dokter Anak di RS Mitra Keluarga Slawi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vaksin Rotavirus: Melengkapi Perlindungan Anak Terhadap Diare

"Loh memangnya ada vaksin untuk diare ya?" sahut seorang ibu keheranan, "anak saya masih bisa diberikan vaksinnya nggak?" lanjutnya lagi. Bagi kebanyakan orang, diare identik dengan lingkungan yang kotor, jorok, kumuh. Maka saat seorang anak terkena diare padahal sudah tinggal di rumah yang terjaga bersih, muncul rasa heran. Diare Rotavirus tidak hanya menjadi masalah di Indonesia saja, tapi juga di negara-negara maju lainnya. Karena alasan itulah dikembangkan vaksin Rotavirus. Vaksin Rotavirus pertama di dunia dirilis tahun 1998. Seorang anak dengan diare sedang ditangani petugas Waktu Pemberian Vaksin Rotavirus Vaksin Rotavirus diberikan mulai usia 8 pekan (2 bulan) . Dosis vaksin Rotavirus bervariasi di antara merk vaksin. Ada yang membutuhkan dua dosis dan tiga dosis.  Yang menjadi masalah, masa pemberian vaksin ini terbatas. Usia maksimal pemberian dosis pertama adalah 14 pekan, dan vaksinasi sudah harus selesai diberikan pada usia 24 atau 32 pekan, tergantung ...

Vaksin Polio: Demi Terwujudnya Eradikasi Polio

Apa Itu Poliomielitis? Definisi: Poliomielitis (Polio) adalah penyakit infeksi sangat menular disebabkan oleh Poliovirus . Penyakit ini utamanya menyerang balita, ditularkan oleh orang ke orang melalui rute fekal-oral. Virusnya akan berkembang biak di usus, kemudian dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan. Tanda dan Gejala: Sekitar 90% dari orang yang terinfeksi tidak bergejala atau mengalami gejala ringan, sehingga penyakit ini tidak dikenali. Pada sebagian orang mungkin muncul gejala demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kaku pada leher, dan nyeri pada tungkai. Seorang anak menderita kelumpuhan akibat Polio Pada sebagian kecil kasus, virus menyebabkan kelumpuhan, biasanya pada kaki dan kelumpuhannya bersifat permanen. Sekitar 5-10% penderita yang mengalami kelumpuhan akan terjadi kelumpuhan pada otot pernapasan yang bisa menyebabkan kematian . Komplikasi: Kecacatan permanen, meninggal dunia, sindrom Pascapolio. Penyakit Polio Tak Dapat Disembuhkan Hingga saat ini...

Sejarah Panjang Imunisasi di Indonesia

Sebagian vaksin yang digunakan pada saat ini sebetulnya sudah lama berada dan diberikan secara rutin di Indonesia. Misalnya saja vaksin BCG sudah dipakai di negara ini sejak tahun 1973, artinya sudah hampir 50 tahun lamanya. Belum lagi kalau kita melihat faktanya, bahwa vaksin BCG malah sudah mulai diberikan pertama kali pada tahun 1921 oleh  Benjamin Weill-Halle di rumah sakit Charite, Paris. Artinya vaksin BCG sudah digunakan manusia sejak lebih dari 1 abad! Maka dari itu sangatlah tidak tepat jika ada yang mengatakan vaksin yang diberikan kepada anak-anak kita merupakan proyek percobaan. Justru vaksin yang ada saat ini merupakan vaksin yang sudah teruji manfaatnya bahkan sejak puluhan tahun. Perkembangan Program Imunisasi di Indonesia Vaksin yang pertama kali diberikan di Indonesia adalah vaksin Variola (Cacar), yang pelaksanaannya dimulai pada tahun 1956. Ali Maow Maalin dari kota Merka, Somalia,  penderita Variola terakhir di muka bumi (1977) Dunia dinyatakan bebas dari ...