Langsung ke konten utama

Kenapa Vaksinasi di Dokter Anak Tidak Demam?

"Kenapa kalau vaksinasinya di dokter spesialis anak (DSA) nggak demam ya?" Tanya seorang ibu suatu kali.

Saya tersenyum tipis lalu menjawab: "Bukan karena dokternya bu, tapi tergantung pakai vaksin apa dulu."

 

Dalam dunia vaksin kita mengenal berbagai merk vaksin, satu jenis vaksin kadang bisa ada 3 sampai 4 merk berbeda, dengan keunggulan masing-masing.

Namun yang paling dikenal orang mungkin vaksin DTP, sehingga sebagian orang tua/pengasuh menyebut vaksinasi DTP di DSA dengan sebutan vaksin DTP yang nggak demam.

Vaksin DTwP dan DTaP

Vaksin DTP sebagai kombinasi digunakan di Indonesia sejak tahun 1976, sampai dengan saat ini sudah ada beberapa perubahan dilakukan pada kombinasinya, sehingga kita kini mengenalnya sebagai vaksin pentavalen dengan merk Pentabio (buatan Bio Farma). 

Vaksin Pentabio inilah yang diberikan kepada anak-anak kita saat mereka diimunisasi di posyandu/puskesmas. Vaksin Pentabio sendiri berjenis DTwP (Diptheri, Tetanus, whole cellular Pertussis) yang diberi tambahan antigen Hepatitis B dan Haemofilus influenza B.

Lima keunggulan vaksin DTaP


Adanya komponen whole cellular Pertussis inilah yang menyebabkan reaksi pascavaksin, misalnya nyeri di lokasi bekas suntikan, bengkak dan kemerahan, serta demam.

Sedikit berbeda dengan pelayanan di posyandu/puskesmas, pelayanan vaksin DTP di DSA bisa menggunakan vaksin DTaP (Diptheri, Tetanus, acellular Pertussis) baik dalam kemasan tetravalen, pentavalen, atau hexavalen (empat, lima, atau enam vaksin dalam satu kemasan).

Meski begitu, kalau DSA memberikan vaksin DTwP, risiko munculnya reaksi pascavaksin tentu akan sama saja dengan pemberian vaksin di posyandu/puskesmas.

Keunggulan Vaksin DTaP

Dibandingkan dengan vaksin yang mengandung whole cellular Pertussis, vaksin acelullar Pertussis menghasilkan reaksi yang lebih sedikit. Misalnya saja kejadian demamnya lebih rendah dan lebih sedikit reaksi lokal di lokasi bekas suntikan.

Hanya saja karena proses pembuatan vaksin DTaP jauh lebih rumit maka harga vaksin DTaP akhirnya lebih mahal sampai berlipat-lipat dibandingkan vaksin DTwP, sehingga sampai dengan saat ini, pemberian vaksin DTP di posyandu/puskesmas memang masih menggunakan DTwP.

dr. Krisna Adhi, Sp. A
Ketua Bidang Litbang & IT Perdalin Kotapraja.
Co Founder di Klinik Vaksinasi Ar Rohmah,
Dokter Anak di RS Mitra Keluarga Slawi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vaksin MR dan MMR, Pilih yang Mana?

"Anak saya belum vaksin MR dok, lebih baik pakai MR atau MMR ya?" Tanya seorang ibu. Ia membaca banyak pemberitaan tentang wabah Campak belakangan, dan agak kuatir karena anaknya yang berusia 9 bulan belum mendapat vaksin Campak. Di Indonesia sendiri ada 3 vaksin Campak yang tersedia :  Vaksin Campak Rubela (MR), Vaksin MMR, dan  Vaksin MMRV Vaksin MR (dok pribadi) Vaksin MR adalah vaksin yang diberikan secara gratis di posyandu/puskesmas, menggantikan vaksin Campak sejak tahun 2017 lalu . Vaksin ini diberikan mulai usia 9 bulan, kemudian diulangi pemberiannya pada usia 18 bulan dan satu kali lagi di antara usia 5-7 tahun. Sedangkan vaksin MMR dan MMRV bisa diberikan mulai dari usia 12 bulan. Sehingga akan lebih baik untuk memberikan vaksin MR terlebih dahulu guna memastikan anak mendapatkan perlindungan lebih cepat dari Campak dan Rubela. Bisakah Vaksin MR dan MMR Digunakan Bergantian? Pemberian vaksin MMR mengikuti vaksin MR diperbolehkan. Misalnya usia 9 bulan bayi diberi...

Vaksin Hepatitis A: Waspada Wabah Penyakit Kuning

 "Vaksin Hepatitis bukannya sudah diberikan dari bayi ya dok?" Tanya seorang ibu suatu kali saat saya menawarkan memberikan vaksin Hepatitis A kepada anaknya. "Betul bu. Itu vaksin Hepatitis B, kalau yang saya tawarkan ini vaksin Hepatitis A." Jawab saya. Apa itu Hepatitis A? Hepatitis A adalah penyakit peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A . Penyakit ini menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak erat dan perantaraan air dan makanan yang terkontaminasi oleh virus Hepatitis A. Ilustrasi sklera mata yang menguning pada penderita Hepatitis   A Penyakit Hepatitis A berbeda dengan Hepatitis B, baik dari penyebab, tanda dan gejala, hingga komplikasinya. Vaksin yang digunakan untuk mencegah kedua penyakit ini juga berbeda, baik jenis, dosis maupun manfaat perlindungannya. Seperti Apa Tanda dan Gejala Hepatitis A? Tidak semua orang yang terinfeksi oleh Hepatitis A menunjukkan tanda dan gejala penyakit. Pada anak-anak boleh jadi penyakit...

Vaksin Influenza: Murah dan Banyak Manfaat

"Anak saya sering batuk pilek dok, apakah boleh diberikan vaksin Influenza?" tanya seorang ibu. Jawabannya tentu saja boleh, tapi satu hal yang harus diingat. Batuk pileknya belum tentu sembuh dengan vaksin Influenza. Lho lalu bagaimana yang benar? Apa Sih Influenza Itu? Satu hal yang harus diperjelas kepada orang tua/pengasuh saat akan memberikan vaksinasi adalah menerangkan manfaat yang akan didapat. Jangan sampai orang tua/pengasuh memiliki ekspektasi yang berlebihan sehingga berujung kekecewaan. Vaksin Influenza belakangan mulai populer, sebagai salah satu efek dari munculnya kesadaran untuk melakukan imunisasi di era pandemi. Apalagi harga vaksin ini termasuk murah dan mudah didapatkan di mana saja. Seorang anak sedang diberikan imunisasi Influenza berbeda dengan batuk pilek sehari-hari (sering disebut sebagai Salesma atau Common Cold dalam bahasa Inggris). Tanda dan gejala Influenza lazimnya lebih berat dan memunculkan komplikasi seperti radang telinga tengah, radang ...