Bagi saya pribadi, momen vaksinasi merupakan waktu yang baik untuk mendapatkan konsultasi mengenai kesehatan anak. Karena lazimnya saat dibawa melakukan vaksinasi, anak berada dalam kondisi sehat, suasana ini tentu akan jauh lebih menenangkan ketimbang saat membawa anak dalam kondisi sakit.
Kondisi anak yang sehat juga memudahkan dokter anak dalam melakukan penilaian kondisi kesehatan anak.
Yang Harus Dilakukan Pascavaksinasi Anak
Setelah anak mendapatkan vaksinasi, jangan lupa cek hal-hal di bawah ini, sebelum anak dibawa pulang ke rumah:
Pertama
Pastikan dokter/vaksinator sudah menulis tanggal pelayanan, merk vaksin, nomor batch vaksin, dan jadwal vaksinasi berikutnya.
Kedua
Tanyakan apakah ada efek simpang yang mungkin akan dialami si anak pascavaksinasi? Misal demam, kemerahan di lokasi bekas suntikan, dan lain-lain.
Ketiga
Bekali anak dengan obat-obatan yang sekiranya diperlukan di rumah nanti. Obat seperti parasetamol atau ibuprofen bisa diberikan pada anak untuk mengurangi nyeri atau demam yang mungkin akan dialami pascavaksinasi
Keempat
Minta komentar dokter mengenai pertumbuhan dan perkembangan si anak, apakah masih sesuai dengan usianya ataukah ada masalah yang perlu dijadikan perhatian.
Kelima
Tidak Semua Vaksin Sebabkan Demam
Yang harus orang tua/pengasuh ingat juga, tidak semua vaksin akan sebabkan demam. Dua di antara vaksin yang terkenal menimbulkan demam adalah vaksin DTP dan Campak Rubela (MR). Sementara vaksin Hepatitis B, Polio, atau BCG terbilang jarang menimbulkan demam.
Hal ini penting untuk dipahami karena jangan sampai demam dipersepsikan selalu berasal dari vaksin, padahal ternyata bagian dari penyakit yang memang kebetulan menyertai.
dr. Krisna Adhi, Sp. AKetua Bidang Litbang & IT Perdalin Kotapraja.
Co Founder di Klinik Vaksinasi Ar Rohmah,
Dokter Anak di RS Mitra Keluarga Slawi.

Komentar
Posting Komentar