Langsung ke konten utama

Vaksin BCG: Pelindung Anak dari TB

 "Anak saya beratnya nggak naik-naik dok, jangan-jangan kena flek paru?" Seorang ibu bertanya dengan gusar. Saya meminta si ibu menunjukkan catatan berat badan di buku KIA, yang sayangnya tidak ia bawa hari itu.

Setelah penjelasan singkat, saya meminta si ibu datang kembali pekan depan dengan membawa buku KIA.

Apa yang terpikirkan oleh Anda saat mendengar kata-kata ini:

  1. Anak kurus, 
  2. Susah makan,
  3. Berat badan tidak naik-naik, dan
  4. Batuk berulang?
Yes. Tidak salah jika Anda memikirkan flek alias TB paru atau Tuberkulosis. Penyakit TB ini memang jamak ditemukan di Indonesia karena Indonesia menempati peringkat kedua dunia sebagai negara dengan beban TB terbanyak. Sehingga tidak heran lagi jika orang yang tidak belajar ilmu kesehatan sekalipun bisa mengambil kesimpulan seperti itu.

Bisakan TB Dicegah?

Yang tidak diketahui orang kebanyakan, TB bisa dicegah dengan vaksin BCG. Dan dalam rekomendasi terbarunya, IDAI menyarankan pemberian vaksin BCG sesegera mungkin setelah bayi lahir. Pemberian vaksin BCG bisa menurunkan kejadian TB berat pada anak. Adapun TB berat yang dimaksud misalnya Meningitis TB (radang selaput otak karena TB).


Selain dari memberikan vaksinasi, orang tua/pengasuh juga harus waspada terhadap orang-orang di sekitar rumah yang memiliki tanda dan/atau gejala:
  1. Batuk tak kunjung sembuh selama lebih dari 2 pekan,
  2. Demam lebih dari 2 pekan,
  3. Batuk berdarah,
  4. Berat badan yang terus menyusut, atau
  5. Mereka yang pernah mengkonsumsi obat-obatan TB.

Bagaimana TB Menular

Penyakit TB menular melalui percikan ludah (droplet) dari penderita yang belum diobati. Penularan ini lebih sering terjadi dari orang dewasa ke orang dewasa lain atau dari dewasa ke anak-anak. Kebanyakan kasus TB anak tidak menularkan penyakit ini kepada orang lain.

Percikan ludah tadi bisa timbul pada saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Sifat penyakit TB yang kronis (berlangsung lama) menjadikannya kadang sulit terdeteksi, sehingga tanpa sadar orang serumah sudah terinfeksi oleh TB.

Pengobatan Mereka yang Sakit TB

Satu-satunya cara memutus rantai penularan adalah menemukan mereka yang sakit dan mengobati sampai sembuh. Termasuk ke dalam komponen ini adalah turut memeriksa orang serumah pada mereka yang sudah terdiagnosis oleh TB (penelusuran kontak).

Apabila penelusuran kontak ini tidak dikerjakan, maka boleh jadi akan terjadi lingkaran setan: Seorang bapak yang sakit TB menularkan pada orang serumah, tanpa pelacakan kontak, ibu dan anak yang terinfeksi boleh jadi tak terdeteksi dan pada akhirnya menjadi sumber penularan lain kepada orang di sekitar mereka.

Pemberian Vaksin BCG

Vaksin BCG hanya sekali diberikan, yaitu sebelum seorang bayi berusia 3 bulan. Vaksin ini disuntikkan di bawah kulit di lengan atas kanan. Dalam waktu 2-6 pekan pascavaksinasi, akan timbul bisul yang kemudian memecah dan membentuk luka parut.

Meski demikian, sekitar 10% anak yang diberikan vaksin BCG ternyata tidak memunculkan parut, meski imunnya tetap terbentuk, dan dapat melindungi anak dari TB. Dalam kasus seperti ini, yang harus dijadikan perhatian oleh orang tua adalah:
  1. Memastikan vaksin yang digunakan adalah vaksin asli,
  2. Vaksin yang disuntikkan kualitasnya masih baik, dan
  3. Penyuntikan dilakukan dengan benar.
Pada anak yang tidak terbentuk parut BCG, tidak perlu dilakukan vaksinasi ulang.
dr. Krisna Adhi, Sp. A
Dokter Anak di RS Mitra Keluarga Slawi,
Ketua Bidang Litbang & IT Perdalin Kotapraja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vaksin Rotavirus: Melengkapi Perlindungan Anak Terhadap Diare

"Loh memangnya ada vaksin untuk diare ya?" sahut seorang ibu keheranan, "anak saya masih bisa diberikan vaksinnya nggak?" lanjutnya lagi. Bagi kebanyakan orang, diare identik dengan lingkungan yang kotor, jorok, kumuh. Maka saat seorang anak terkena diare padahal sudah tinggal di rumah yang terjaga bersih, muncul rasa heran. Diare Rotavirus tidak hanya menjadi masalah di Indonesia saja, tapi juga di negara-negara maju lainnya. Karena alasan itulah dikembangkan vaksin Rotavirus. Vaksin Rotavirus pertama di dunia dirilis tahun 1998. Seorang anak dengan diare sedang ditangani petugas Waktu Pemberian Vaksin Rotavirus Vaksin Rotavirus diberikan mulai usia 8 pekan (2 bulan) . Dosis vaksin Rotavirus bervariasi di antara merk vaksin. Ada yang membutuhkan dua dosis dan tiga dosis.  Yang menjadi masalah, masa pemberian vaksin ini terbatas. Usia maksimal pemberian dosis pertama adalah 14 pekan, dan vaksinasi sudah harus selesai diberikan pada usia 24 atau 32 pekan, tergantung ...

Vaksin MR dan MMR, Pilih yang Mana?

"Anak saya belum vaksin MR dok, lebih baik pakai MR atau MMR ya?" Tanya seorang ibu. Ia membaca banyak pemberitaan tentang wabah Campak belakangan, dan agak kuatir karena anaknya yang berusia 9 bulan belum mendapat vaksin Campak. Di Indonesia sendiri ada 3 vaksin Campak yang tersedia :  Vaksin Campak Rubela (MR), Vaksin MMR, dan  Vaksin MMRV Vaksin MR (dok pribadi) Vaksin MR adalah vaksin yang diberikan secara gratis di posyandu/puskesmas, menggantikan vaksin Campak sejak tahun 2017 lalu . Vaksin ini diberikan mulai usia 9 bulan, kemudian diulangi pemberiannya pada usia 18 bulan dan satu kali lagi di antara usia 5-7 tahun. Sedangkan vaksin MMR dan MMRV bisa diberikan mulai dari usia 12 bulan. Sehingga akan lebih baik untuk memberikan vaksin MR terlebih dahulu guna memastikan anak mendapatkan perlindungan lebih cepat dari Campak dan Rubela. Bisakah Vaksin MR dan MMR Digunakan Bergantian? Pemberian vaksin MMR mengikuti vaksin MR diperbolehkan. Misalnya usia 9 bulan bayi diberi...

Sepenggal Cerita dari Hari Asma

Sependek pengalaman saya, Asma pada anak merupakan salah satu penyakit yang paling terlantar penanganannya di kota-kota kecil. Terlantar di sini maksudnya bukan berarti tidak ditangani atau dibiarkan tanpa pengobatan, namun penanganan Asma seolah jalan di tempat, padahal obat-obatan untuk mengontrol Asma sudah banyak tersedia di pasaran. Batuk Lama Bukan Hanya TB Saat seorang anak mengalami batuk lama (lebih dari 14 hari), hal yang mungkin terlintas di benak kebanyakan orang adalah Tuberkulosis atau TB. Dan hal ini memang ada benarnya, mengingat Indonesia merupakan negara kedua terbesar beban TB-nya di seluruh dunia . Seorang anak sedang mengikuti kegiatan Posyandu Akan tetapi batuk lama bukan hanya TB. Ada berbagai penyebab lain yang harus dipikirkan, salah satunya Asma. Mengapa demikian? Karena penanganan TB berbeda sekali dengan Asma. Sehingga anak dengan batuk lama yang diberikan obat TB tentu tidak akan mengalami perbaikan pada batuknya. Hari Asma Sedunia Setiap tanggal 2 Mei duni...