Langsung ke konten utama

Vaksin MR: Pengawal Anak dari Campak dan Rubella

Pada tahun 2017 vaksin Campak Rubela (MR) diintroduksikan di Indonesia sebagai pengganti vaksin Campak yang sudah digunakan sebagai vaksin program sejak tahun 1982.

Sama dengan vaksin pendahulunya, vaksin MR digunakan mulai usia 9 bulan, perbedaannya, jika vaksin Campak diberikan sebanyak 3 dosis, vaksin MR memerlukan 1 dosis ulangan saja di usia 18-24 bulan. Meskipun demikian, lazimnya anak di Indonesia mendapatkan hingga 3 dosis MR (1 dosis lagi diberikan dalam pelaksanaan bulan imunisasi anak sekolah (BIAS)).

Ancaman Wabah Campak

Pada awal tahun 2018 kita dikejutkan dengan berita kematian puluhan anak-anak di Asmat, Papua akibat wabah Campak dan gizi buruk. Pemahaman dan kesadaran masyarakat yang rendah untuk melakukan vaksinasi menyebabkan turunnya cakupan imunisasi sehingga terjadilah wabah.


Dan ancaman wabah ini tidak berlaku hanya di Papua saja, melainkan juga di daerah lain di seluruh Indonesia. Satu-satunya cara mencegah munculnya kembali kasus Campak adalah dengan melakukan vaksinasi.

Kenapa Campak Mematikan?

Ada beberapa alasan kenapa Campak bisa mematikan, di antaranya:

  1. Penyakit Campak sangat mudah menular dari satu orang ke orang lainnya,
  2. Penularan terjadi melalui percikan ludah yang keluar saat seseorang batuk/bersin/berbicara,
  3. Virus yang keluar dari percikan ludah tadi dapat bertahan sampai dengan 1 jam di udara bebas, dan
  4. Ada banyak komplikasi yang ditimbulkan Campak, di antaranya diare dan radang paru.
Harus diingat bahwa diare dan radang paru merupakan penyebab kematian balita tertinggi di Indonesia. Sehingga vaksinasi Campak tidak hanya mencegah wabah Campak, namun juga mencegah berbagai komplikasi yang ditimbulkan olehnya, termasuk diare dan radang paru.

Kalau Rubela Tak Mematikan, Kenapa Harus Divaksin?

Di sisi lain, penyakit Rubela memang tidak semengerikan Campak, jika kita bicara mengenai angka kematian. Karena infeksi Rubela seringkali tidak menimbulkan gejala apapun atau hanya ringan saja. Yang ingin dicegah dengan pemberian vaksin Rubela adalah kecacatan yang bisa timbul pada janin dari ibu hamil yang terinfeksi Rubela.

Infeksi Rubela yang terjadi pada trimester pertama kehamilan berpotensi menyebabkan keguguran dan kecacatan yang dikenal sebagai Sindrom Rubela Kongenital (SRK). 



Sindrom Rubela Kongenital

  1. Gangguan pendengaran,
  2. Kelainan pada mata,
  3. Kelainan jantung bawaan,
  4. Autisme,
  5. Diabetes Melitus, dan
  6. Gangguan kelenjar Tiroid.
Yang mana penanganannya kadang memerlukan tindakan operasi dan koreksi yang selain berbiaya tinggi juga bisa bersifat permanen.

Tidak Ada Obat Untuk Mengatasi Rubela

Sampai dengan saat ini tidak ada obat khusus untuk mengatasi Rubela. Sehingga satu-satunya cara mencegah kecacatan tadi adalah dengan memastikan anak-anak sudah memiliki imunitas terhadap Campak dan Rubela.

Vaksin MR bisa diberikan mulai usia 9 bulan hingga remaja bahkan untuk dewasa. Hanya saja pada wanita usia subur perlu dipastikan yang bersangkutan tidak sedang hamil.
dr. Krisna Adhi, Sp. A
Ketua Bidang Litbang & IT Perdalin Kotapraja.
Co Founder di Klinik Vaksinasi Ar Rohmah,
Dokter Anak di RS Mitra Keluarga Slawi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vaksin Rotavirus: Melengkapi Perlindungan Anak Terhadap Diare

"Loh memangnya ada vaksin untuk diare ya?" sahut seorang ibu keheranan, "anak saya masih bisa diberikan vaksinnya nggak?" lanjutnya lagi. Bagi kebanyakan orang, diare identik dengan lingkungan yang kotor, jorok, kumuh. Maka saat seorang anak terkena diare padahal sudah tinggal di rumah yang terjaga bersih, muncul rasa heran. Diare Rotavirus tidak hanya menjadi masalah di Indonesia saja, tapi juga di negara-negara maju lainnya. Karena alasan itulah dikembangkan vaksin Rotavirus. Vaksin Rotavirus pertama di dunia dirilis tahun 1998. Seorang anak dengan diare sedang ditangani petugas Waktu Pemberian Vaksin Rotavirus Vaksin Rotavirus diberikan mulai usia 8 pekan (2 bulan) . Dosis vaksin Rotavirus bervariasi di antara merk vaksin. Ada yang membutuhkan dua dosis dan tiga dosis.  Yang menjadi masalah, masa pemberian vaksin ini terbatas. Usia maksimal pemberian dosis pertama adalah 14 pekan, dan vaksinasi sudah harus selesai diberikan pada usia 24 atau 32 pekan, tergantung ...

Vaksin MR dan MMR, Pilih yang Mana?

"Anak saya belum vaksin MR dok, lebih baik pakai MR atau MMR ya?" Tanya seorang ibu. Ia membaca banyak pemberitaan tentang wabah Campak belakangan, dan agak kuatir karena anaknya yang berusia 9 bulan belum mendapat vaksin Campak. Di Indonesia sendiri ada 3 vaksin Campak yang tersedia :  Vaksin Campak Rubela (MR), Vaksin MMR, dan  Vaksin MMRV Vaksin MR (dok pribadi) Vaksin MR adalah vaksin yang diberikan secara gratis di posyandu/puskesmas, menggantikan vaksin Campak sejak tahun 2017 lalu . Vaksin ini diberikan mulai usia 9 bulan, kemudian diulangi pemberiannya pada usia 18 bulan dan satu kali lagi di antara usia 5-7 tahun. Sedangkan vaksin MMR dan MMRV bisa diberikan mulai dari usia 12 bulan. Sehingga akan lebih baik untuk memberikan vaksin MR terlebih dahulu guna memastikan anak mendapatkan perlindungan lebih cepat dari Campak dan Rubela. Bisakah Vaksin MR dan MMR Digunakan Bergantian? Pemberian vaksin MMR mengikuti vaksin MR diperbolehkan. Misalnya usia 9 bulan bayi diberi...

Sepenggal Cerita dari Hari Asma

Sependek pengalaman saya, Asma pada anak merupakan salah satu penyakit yang paling terlantar penanganannya di kota-kota kecil. Terlantar di sini maksudnya bukan berarti tidak ditangani atau dibiarkan tanpa pengobatan, namun penanganan Asma seolah jalan di tempat, padahal obat-obatan untuk mengontrol Asma sudah banyak tersedia di pasaran. Batuk Lama Bukan Hanya TB Saat seorang anak mengalami batuk lama (lebih dari 14 hari), hal yang mungkin terlintas di benak kebanyakan orang adalah Tuberkulosis atau TB. Dan hal ini memang ada benarnya, mengingat Indonesia merupakan negara kedua terbesar beban TB-nya di seluruh dunia . Seorang anak sedang mengikuti kegiatan Posyandu Akan tetapi batuk lama bukan hanya TB. Ada berbagai penyebab lain yang harus dipikirkan, salah satunya Asma. Mengapa demikian? Karena penanganan TB berbeda sekali dengan Asma. Sehingga anak dengan batuk lama yang diberikan obat TB tentu tidak akan mengalami perbaikan pada batuknya. Hari Asma Sedunia Setiap tanggal 2 Mei duni...