Langsung ke konten utama

Vaksin Difteri Itu yang Mana?

"Dokter, vaksin Difteri itu yang mana ya? Anak saya sudah dapat belum?" Tanya seorang ibu suatu hari.
Saya membuka buku KIA si anak, dan menunjukkan halaman jadwal imunisasi di dalam buku itu.
"Yang ini bu." Jawab saya, "vaksin DTP."

Kejadian Luar Biasa Difteri

Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri di Garut bulan Februari 2023 menunjukkan kepada kita semua, bahwa ancaman penyakit menular selalu ada. Baru saja kita akan terlepas dari pandemi Covid-19, sudah muncul empat wabah penyakit menular lainnya: Polio, Campak, Difteri, dan Pertusis.



Menurunnya cakupan vaksinasi selama pandemi disebut-sebut sebagai pemicu munculnya berbagai wabah tadi. Hal yang sebetulnya sudah diprediksi oleh beberapa ahli.

Kenapa Anak Perlu Vaksin

Kemunculan wabah ini sekaligus memberikan peringatan kepada kita semua, betapa kita memerlukan vaksin. Karena beberapa penyakit tidak akan bisa dihilangkan selamanya dari muka bumi, dan hanya bisa ditekan kejadiannya dengan pemberian vaksinasi.

Dan ketika jumlah anak yang divaksin tadi menurun, penyakit-penyakit tadi bermunculan kembali, sayangnya diikuti dengan anak yang mengalami kecacatan (akibat Polio) maupun korban jiwa akibat Difteri.

Vaksin Difteri Itu yang Mana?

Sejak tahun 1977, pemerintah Indonesia sudah mencanangkan Program Pengembangan Imunisasi. Yang tujuannya tidak lain memberikan vaksin bersubsidi guna mencegah berbagai penyakit mematikan maupun berpotensi menimbulkan wabah di tengah masyarakat.

Setahun sebelumnya, vaksin untuk mencegah Difteri bahkan sudah mulai diperkenalkan, yaitu vaksin DTP (Difteri, Tetanus, Pertusis) mulai tahun 1976. Dalam perkembangannya, vaksin DTP ini ditambahkan dua antigen lain yaitu Hepatitis B (tahun 2004) dan Hemofilus influenza B (tahun 2013).

Jadwal imunisasi IDAI 2020


Sampai dengan hari ini, vaksin Difteri masih diberikan secara rutin di dalam jadwal imunisasi, yaitu pada usia 2, 3, 4, dan 18 bulan. Lalu disusul booster kedua pada usia 5-7 tahun dan booster ketiga di usia 10 tahun.

Merk Vaksin Difteri di Indonesia

Di Indonesia sendiri ada beberapa merk vaksin Difteri yang dipasarkan. Kesemuanya merupakan vaksin kombinasi, baik itu bivalen (memiliki 2 antigen dalam 1 vaksin), trivalen (3 antigen), tetravalen (4 antigen), pentavalen (5 antigen), maupun heksavalen (6 antigen).

Merk yang beredar di Indonesia adalah:

  1. Vaksin Bivalen: Vaksin DT dan Td (Bio Farma),
  2. Vaksin Trivalen: Boostrix (TdaP, buatan GSK),
  3. Vaksin Tetravalen (atau Quadrivalen): Tetraxim (DTaP + IPV, buatan Sanofi),
  4. Vaksin Pentavalen: Pentaxim dan Infanrix IPV - HiB (DTaP + IPV + HiB, masing-masing buatan Sanofi dan GSK), atau Pentabio (DTwP + Hep B + HiB, buatan Bio Farma), serta
  5. Vaksin Heksavalen: Hexaxim atau Infanrix Hexa (DTaP + IPV + Hep B + HiB, masing-masing buatan Sanofi dan GSK).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vaksin MR dan MMR, Pilih yang Mana?

"Anak saya belum vaksin MR dok, lebih baik pakai MR atau MMR ya?" Tanya seorang ibu. Ia membaca banyak pemberitaan tentang wabah Campak belakangan, dan agak kuatir karena anaknya yang berusia 9 bulan belum mendapat vaksin Campak. Di Indonesia sendiri ada 3 vaksin Campak yang tersedia :  Vaksin Campak Rubela (MR), Vaksin MMR, dan  Vaksin MMRV Vaksin MR (dok pribadi) Vaksin MR adalah vaksin yang diberikan secara gratis di posyandu/puskesmas, menggantikan vaksin Campak sejak tahun 2017 lalu . Vaksin ini diberikan mulai usia 9 bulan, kemudian diulangi pemberiannya pada usia 18 bulan dan satu kali lagi di antara usia 5-7 tahun. Sedangkan vaksin MMR dan MMRV bisa diberikan mulai dari usia 12 bulan. Sehingga akan lebih baik untuk memberikan vaksin MR terlebih dahulu guna memastikan anak mendapatkan perlindungan lebih cepat dari Campak dan Rubela. Bisakah Vaksin MR dan MMR Digunakan Bergantian? Pemberian vaksin MMR mengikuti vaksin MR diperbolehkan. Misalnya usia 9 bulan bayi diberi...

Vaksin Wajib Anak Itu yang Mana?

"Dokter saya mau ngasih vaksin yang wajib-wajib aja buat anak-anak, kalau yang lain nggak dulu." Kata seorang ibu suatu kali. "Memang vaksin wajib itu yang mana bu?" Tanya saya. "Yang ada di Posyandu kan?" Si ibu bertanya balik. Vaksin Wajib: Istilah yang Kurang Tepat Agak rancu kalau menyebut istilah vaksin wajib, karena akan menimbulkan kesan bahwa vaksin lain di luar vaksin wajib merupakan vaksin yang sifatnya tidak wajib, bisa diberikan, bisa juga tidak. Seorang anak sedang diberikan imunisasi Polio Oral Istilah wajib juga menjadi rancu karena akan timbul pertanyaan berikutnya: Siapa yang mewajibkan dan apa konsekuensinya kalau seseorang dengan sengaja tidak memberikan vaksin wajib tadi? Karena itulah penggunaan istilah vaksin wajib sebaiknya diganti dengan yang lebih presisi, yaitu vaksin Program Pengembangan Imunisasi (PPI), yang merujuk kepada vaksin-vaksin yang disubsidi oleh pemerintah. Vaksin Yang Termasuk PPI Vaksin yang termasuk ke dalam vaksin...

Vaksin Hepatitis A: Waspada Wabah Penyakit Kuning

 "Vaksin Hepatitis bukannya sudah diberikan dari bayi ya dok?" Tanya seorang ibu suatu kali saat saya menawarkan memberikan vaksin Hepatitis A kepada anaknya. "Betul bu. Itu vaksin Hepatitis B, kalau yang saya tawarkan ini vaksin Hepatitis A." Jawab saya. Apa itu Hepatitis A? Hepatitis A adalah penyakit peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A . Penyakit ini menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak erat dan perantaraan air dan makanan yang terkontaminasi oleh virus Hepatitis A. Ilustrasi sklera mata yang menguning pada penderita Hepatitis   A Penyakit Hepatitis A berbeda dengan Hepatitis B, baik dari penyebab, tanda dan gejala, hingga komplikasinya. Vaksin yang digunakan untuk mencegah kedua penyakit ini juga berbeda, baik jenis, dosis maupun manfaat perlindungannya. Seperti Apa Tanda dan Gejala Hepatitis A? Tidak semua orang yang terinfeksi oleh Hepatitis A menunjukkan tanda dan gejala penyakit. Pada anak-anak boleh jadi penyakit...