Langsung ke konten utama

Sejarah Panjang Imunisasi di Indonesia

Sebagian vaksin yang digunakan pada saat ini sebetulnya sudah lama berada dan diberikan secara rutin di Indonesia. Misalnya saja vaksin BCG sudah dipakai di negara ini sejak tahun 1973, artinya sudah hampir 50 tahun lamanya.

Belum lagi kalau kita melihat faktanya, bahwa vaksin BCG malah sudah mulai diberikan pertama kali pada tahun 1921 oleh Benjamin Weill-Halle di rumah sakit Charite, Paris. Artinya vaksin BCG sudah digunakan manusia sejak lebih dari 1 abad!

Maka dari itu sangatlah tidak tepat jika ada yang mengatakan vaksin yang diberikan kepada anak-anak kita merupakan proyek percobaan. Justru vaksin yang ada saat ini merupakan vaksin yang sudah teruji manfaatnya bahkan sejak puluhan tahun.

Perkembangan Program Imunisasi di Indonesia

Vaksin yang pertama kali diberikan di Indonesia adalah vaksin Variola (Cacar), yang pelaksanaannya dimulai pada tahun 1956.


Dunia dinyatakan bebas dari Variola pada tahun 1980, kemudian produksi vaksin Variola dihentikan pada tahun 1982 dan vaksin Variola tidak pernah diberikan lagi sampai sekarang.

Perkembangan Program Imunisasi Indonesia

1956 - Imunisasi Cacar (Variola)*

1973 - Imunisasi BCG

1974 - Imunisasi TT ibu hamil

1976 - Imunisasi DTP pada bayi

1977 - Peluncuran Program Pengembangan Imunisasi (PPI)

1980 - Imunisasi Polio Oral (tOPV)

1982 - Imunisasi Campak (monovalen)

1990 - Indonesia mencapai UCI nasional

1997 - Imunisasi Hepatitis B pada bayi

2004 - Introduksi imunisasi DTP-Hep B

2013 - Introduksi imunisasi DTP-Hep B-Hib

2014 - Td pada BIAS umur di atas 7 tahun

2015 - tOPV diganti bOPV, IPV tambahan pada DTP-3

2016 - Demontrasi program HPV di DKI

2017 - Vaksin MR menggantikan Campak

         - Demontrasi program JE di Bali

         - Demonstrasi program PCV di Lombok

2022 - Imunisasi PCV pada bayi

         - Imunisasi HPV pada remaja

Keterangan: *) saat ini sudah tidak lagi diberikan.

Sumber: Ranuh, IGN Gde, dkk. (2017). Pedoman Imunisasi di Indonesia. Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia 

dr. Krisna Adhi, Sp. A
Ketua Bidang Litbang & IT Perdalin Kotapraja.
Co Founder di Klinik Vaksinasi Ar Rohmah,
Dokter Anak di RS Mitra Keluarga Slawi.

Komentar