Langsung ke konten utama

Vaksin Varisela: Jangan Sepelekan Cacar Air

"Boleh nggak sih dok, sengaja membiarkan anak kena Cacar Air?" Tanya seorang ibu suatu hari
"Untuk apa memangnya bu?" Sahut saya. 
"Supaya segera punya imun dok, jadi nanti kan nggak akan kena lagi" Jawabnya.

Pada kebanyakan orang dengan sistem imun yang baik, infeksi Varisela memang biasanya ringan. Bahkan bisa sembuh sendiri tanpa harus berobat, karena sifat dari infeksi Cacar Air yang memang self limited.


Masalahnya bagaimana kita bisa tahu pasti mana infeksi yang akan "aman-aman saja" dan sembuh sendiri, dan mana infeksi yang bisa berujung dengan komplikasi? Sebab faktanya Cacar Air juga memiliki komplikasi yang meskipun jarang, namun bisa membahayakan nyawa, seperti Ensefalitis (radang otak) dan Varisela Hemoragik.

Infeksi Varisela pada Kelompok Khusus

Komplikasi Varisela utamanya akan muncul pada mereka yang memiliki sistem imun yang lemah, misalnya pada bayi baru lahir, anak dengan gizi buruk, atau anak penyandang kanker yang sedang menjalani kemoterapi.

Pada anak seperti ini, penanganan Varisela harus serius, bahkan perlu perawatan di ruang isolasi rumah sakit agar mencegah komplikasi mematikan tadi.


Sebagian orang mungkin akan mengatakan: "Di sekitar saya nggak ada bayi, anak gizi buruk, apalagi anak yang lagi kemoterapi kok." Meski pernyataan ini sekilas ada benarnya, harus saya ingatkan bahwa penyakit Cacar Air itu sangat mudah menular pada mereka yang belum memiliki imun.

Bagaimana cara kita memastikan anak kita tidak menjadi sumber penularan kepada anak-anak lainnya seandainya kita membiarkan mereka jatuh sakit? Jawabannya tidak bisa.

Imunisasi yang Aman dan Efektif Sudah Tersedia

Apalagi di era modern seperti sekarang, vaksin yang jelas-jelas aman dan efektif telah tersedia, sehingga pilihan yang lebih rasional adalah dengan memberikan imunisasi kepada anak-anak agar terbentuk imun terhadap Cacar Air.

Vaksin Varisela sendiri bisa diberikan mulai usia 12 bulan (tidak ada batasan maksimal usia berapa, remaja, dewasa, hingga lansia juga bisa diberikan), sebanyak dua dosis dengan jarak antardosisnya 6 pekan sampai 3 bulan.

Kata Siapa Vaksin Varisela Mahal?

Ada tiga vaksin untuk mencegah Cacar Air yang tersedia di Indonesia, yaitu:

  1. Varivax (MSD),
  2. Varicella Vaccine Live (dipasarkan Bio Farma), dan
  3. MMRV (MSD).
Orang tua/pengasuh bisa memilih vaksin yang mana saja, jika ingin memilih yang ekonomis, bisa menggunakan vaksin dari Bio Farma. Atau bila menginginkan kepraktisan, boleh kok memilih vaksin MMRV (Measles, Mumps, Rubella, dan Varicella), agar pelindungan anak lebih cepat dicapai dengan jumlah suntikan yang lebih sedikit.

Mau pilih yang manapun boleh, yang penting divaksin.
dr. Krisna Adhi, Sp. A
Ketua Bidang Litbang & IT Perdalin Kotapraja.
Co Founder di Klinik Vaksinasi Ar Rohmah,
Dokter Anak di RS Mitra Keluarga Slawi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vaksin Polio: Demi Terwujudnya Eradikasi Polio

Apa Itu Poliomielitis? Definisi: Poliomielitis (Polio) adalah penyakit infeksi sangat menular disebabkan oleh Poliovirus . Penyakit ini utamanya menyerang balita, ditularkan oleh orang ke orang melalui rute fekal-oral. Virusnya akan berkembang biak di usus, kemudian dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan. Tanda dan Gejala: Sekitar 90% dari orang yang terinfeksi tidak bergejala atau mengalami gejala ringan, sehingga penyakit ini tidak dikenali. Pada sebagian orang mungkin muncul gejala demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kaku pada leher, dan nyeri pada tungkai. Seorang anak menderita kelumpuhan akibat Polio Pada sebagian kecil kasus, virus menyebabkan kelumpuhan, biasanya pada kaki dan kelumpuhannya bersifat permanen. Sekitar 5-10% penderita yang mengalami kelumpuhan akan terjadi kelumpuhan pada otot pernapasan yang bisa menyebabkan kematian . Komplikasi: Kecacatan permanen, meninggal dunia, sindrom Pascapolio. Penyakit Polio Tak Dapat Disembuhkan Hingga saat ini...

Vaksin Rotavirus: Melengkapi Perlindungan Anak Terhadap Diare

"Loh memangnya ada vaksin untuk diare ya?" sahut seorang ibu keheranan, "anak saya masih bisa diberikan vaksinnya nggak?" lanjutnya lagi. Bagi kebanyakan orang, diare identik dengan lingkungan yang kotor, jorok, kumuh. Maka saat seorang anak terkena diare padahal sudah tinggal di rumah yang terjaga bersih, muncul rasa heran. Diare Rotavirus tidak hanya menjadi masalah di Indonesia saja, tapi juga di negara-negara maju lainnya. Karena alasan itulah dikembangkan vaksin Rotavirus. Vaksin Rotavirus pertama di dunia dirilis tahun 1998. Seorang anak dengan diare sedang ditangani petugas Waktu Pemberian Vaksin Rotavirus Vaksin Rotavirus diberikan mulai usia 8 pekan (2 bulan) . Dosis vaksin Rotavirus bervariasi di antara merk vaksin. Ada yang membutuhkan dua dosis dan tiga dosis.  Yang menjadi masalah, masa pemberian vaksin ini terbatas. Usia maksimal pemberian dosis pertama adalah 14 pekan, dan vaksinasi sudah harus selesai diberikan pada usia 24 atau 32 pekan, tergantung ...

Vaksin Hepatitis B: Melindungi dari Gagal Hati

Vaksin Hepatitis B adalah vaksin yang pertama kali diberikan kepada anak, yaitu pada hari ia dilahirkan. Kenapa harus secepat itu diberikannya? Karena salah satu cara Hepatitis B ditularkan saat proses persalinan, baik itu persalinan spontan ataupun sesar . Infeksi Hepatitis B yang terjadi pada awal masa kehidupan ini sekitar 70-90% bisa menjadi kronis dan sebagian dari penderita Hepatitis B kronis akan mengalami Sirosis hati hingga berujung ke kanker hati. Waktu Ideal Pemberian Hepatitis B Hepatitis B diberikan sebanyak 5 kali dan idealnya diberikan segera setelah lahir (tentunya setelah pemberian vitamin K), sebelum bayi berusia 24 jam. Vaksin ini diberikan dengan cara disuntikkan di paha bayi, lazimnya tidak ada efek simpang yang terjadi. Ilustrasi bayi baru lahir Nah bagaimana kalau bayi sudah berusia lebih dari 24 jam namun belum diberikan vaksin Hepatitis B? Dalam kasus seperti ini, vaksin masih bisa diberikan namun tentu saja efek proteksinya tidak sebaik bayi yang diberikan ...