Langsung ke konten utama

Vaksin Hepatitis A: Waspada Wabah Penyakit Kuning

 "Vaksin Hepatitis bukannya sudah diberikan dari bayi ya dok?" Tanya seorang ibu suatu kali saat saya menawarkan memberikan vaksin Hepatitis A kepada anaknya.

"Betul bu. Itu vaksin Hepatitis B, kalau yang saya tawarkan ini vaksin Hepatitis A." Jawab saya.

Apa itu Hepatitis A?

Hepatitis A adalah penyakit peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A. Penyakit ini menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak erat dan perantaraan air dan makanan yang terkontaminasi oleh virus Hepatitis A.


Penyakit Hepatitis A berbeda dengan Hepatitis B, baik dari penyebab, tanda dan gejala, hingga komplikasinya. Vaksin yang digunakan untuk mencegah kedua penyakit ini juga berbeda, baik jenis, dosis maupun manfaat perlindungannya.

Seperti Apa Tanda dan Gejala Hepatitis A?

Tidak semua orang yang terinfeksi oleh Hepatitis A menunjukkan tanda dan gejala penyakit. Pada anak-anak boleh jadi penyakit ini tidak bergejala atau bergejala minimal saja, namun tetap dapat menular kepada orang lain.

Pada anak yang lebih besar, remaja, dan dewasa, penyakit ini umumnya menunjukkan tanda dan gejala:

  1. Kulit dan mata tampak kuning,
  2. Kehilangan nafsu makan,
  3. Mual,
  4. Muntah,
  5. Nyeri perut,
  6. Demam,
  7. Urin yang berwarna seperti teh,
  8. Diare, 
  9. Nyeri persendian, dan
  10. Badan terasa lemas.

Penderitaan Panjang Hepatitis A

Meskipun pada umumnya penyakit ini tidak mematikan, namun Hepatitis A dapat menyebabkan penderitaan panjang bagi mereka yang terinfeksi dan jatuh sakit. 
Seorang anak bisa mendapatkan perawatan hingga berhari-hari di rumah sakit akibat Hepatitis A. 

Belum lagi karena termasuk ke dalam penyakit menular, Hepatitis A dapat menyebar dan menimbulkan wabah, terutama pada mereka yang tinggal berkelompok di suatu tempat, misal sekolah, asrama, pondok pesantren, atau penjara.

Pada tahun 2018 lalu, wabah Hepatitis A yang terjadi di Depok sempat menghebohkan media massa nasional. Wabah itu menyebar melalui petugas kebersihan sekolah yang juga bekerja sambilan sebagai pedagang makanan di sekolah.


Pencegahan Hepatitis A

Selain dari menjaga kebersihan makanan, menyediakan air konsumsi yang aman, serta higine sanitasi lingkungan yang memadai, diperlukan juga vaksinasi Hepatitis A.

Vaksin Hepatitis A diberikan sebanyak dua dosis, dengan dosis pertama dimulai pada usia 12 bulan, dan dosis keduanya diberikan setelah 6-36 bulan setelah dosis pertama. Orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi ini juga bisa diberikan dua dosis dengan jarak 6-12 bulan antardosis. Mereka yang sudah pernah sakit Hepatitis A tidak perlu lagi diberikan vaksin, karena biasanya kekebalan tubuh yang terbentuk akan menetap seumur hidup.

Dalam konteks menangani wabah Hepatitis A, satu dosis vaksin Hepatitis A bisa diberikan untuk mereka yang belum pernah mendapatkan vaksin atau belum pernah sakit Hepatitis A. Pemberian satu dosis ini dimaksudkan untuk mencegah meluasnya wabah, sekaligus melindungi mereka yang belum memiliki imun.
dr. Krisna Adhi, Sp. A
Ketua Bidang Litbang & IT Perdalin Kotapraja.
Co Founder di Klinik Vaksinasi Ar Rohmah,
Dokter Anak di RS Mitra Keluarga Slawi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vaksin Rotavirus: Melengkapi Perlindungan Anak Terhadap Diare

"Loh memangnya ada vaksin untuk diare ya?" sahut seorang ibu keheranan, "anak saya masih bisa diberikan vaksinnya nggak?" lanjutnya lagi. Bagi kebanyakan orang, diare identik dengan lingkungan yang kotor, jorok, kumuh. Maka saat seorang anak terkena diare padahal sudah tinggal di rumah yang terjaga bersih, muncul rasa heran. Diare Rotavirus tidak hanya menjadi masalah di Indonesia saja, tapi juga di negara-negara maju lainnya. Karena alasan itulah dikembangkan vaksin Rotavirus. Vaksin Rotavirus pertama di dunia dirilis tahun 1998. Seorang anak dengan diare sedang ditangani petugas Waktu Pemberian Vaksin Rotavirus Vaksin Rotavirus diberikan mulai usia 8 pekan (2 bulan) . Dosis vaksin Rotavirus bervariasi di antara merk vaksin. Ada yang membutuhkan dua dosis dan tiga dosis.  Yang menjadi masalah, masa pemberian vaksin ini terbatas. Usia maksimal pemberian dosis pertama adalah 14 pekan, dan vaksinasi sudah harus selesai diberikan pada usia 24 atau 32 pekan, tergantung ...

Vaksin MR dan MMR, Pilih yang Mana?

"Anak saya belum vaksin MR dok, lebih baik pakai MR atau MMR ya?" Tanya seorang ibu. Ia membaca banyak pemberitaan tentang wabah Campak belakangan, dan agak kuatir karena anaknya yang berusia 9 bulan belum mendapat vaksin Campak. Di Indonesia sendiri ada 3 vaksin Campak yang tersedia :  Vaksin Campak Rubela (MR), Vaksin MMR, dan  Vaksin MMRV Vaksin MR (dok pribadi) Vaksin MR adalah vaksin yang diberikan secara gratis di posyandu/puskesmas, menggantikan vaksin Campak sejak tahun 2017 lalu . Vaksin ini diberikan mulai usia 9 bulan, kemudian diulangi pemberiannya pada usia 18 bulan dan satu kali lagi di antara usia 5-7 tahun. Sedangkan vaksin MMR dan MMRV bisa diberikan mulai dari usia 12 bulan. Sehingga akan lebih baik untuk memberikan vaksin MR terlebih dahulu guna memastikan anak mendapatkan perlindungan lebih cepat dari Campak dan Rubela. Bisakah Vaksin MR dan MMR Digunakan Bergantian? Pemberian vaksin MMR mengikuti vaksin MR diperbolehkan. Misalnya usia 9 bulan bayi diberi...

Sepenggal Cerita dari Hari Asma

Sependek pengalaman saya, Asma pada anak merupakan salah satu penyakit yang paling terlantar penanganannya di kota-kota kecil. Terlantar di sini maksudnya bukan berarti tidak ditangani atau dibiarkan tanpa pengobatan, namun penanganan Asma seolah jalan di tempat, padahal obat-obatan untuk mengontrol Asma sudah banyak tersedia di pasaran. Batuk Lama Bukan Hanya TB Saat seorang anak mengalami batuk lama (lebih dari 14 hari), hal yang mungkin terlintas di benak kebanyakan orang adalah Tuberkulosis atau TB. Dan hal ini memang ada benarnya, mengingat Indonesia merupakan negara kedua terbesar beban TB-nya di seluruh dunia . Seorang anak sedang mengikuti kegiatan Posyandu Akan tetapi batuk lama bukan hanya TB. Ada berbagai penyebab lain yang harus dipikirkan, salah satunya Asma. Mengapa demikian? Karena penanganan TB berbeda sekali dengan Asma. Sehingga anak dengan batuk lama yang diberikan obat TB tentu tidak akan mengalami perbaikan pada batuknya. Hari Asma Sedunia Setiap tanggal 2 Mei duni...