Langsung ke konten utama

Usia 12 Bulan Belum Divaksin Sama Sekali, Harus Bagaimana?

Pandemi Covid-19 nggak cuma mengganggu di sisi ekonomi aja, tapi juga pelayanan vaksinasi anak. Jadwal posyandu sempat dibatalkan selama beberapa bulan, begitu juga stok vaksin sempat menghilang, karena kabarnya pabrikan vaksin sedang disibukkan upaya pembuatan vaksin Covid-19.

Dan akhirnya kini kita menanggung akibatnya. Meletupnya Campak di berbagai daerah, serta kejadian luar biasa (KLB) Polio di Pidie, Aceh.

Vaksinasi Polio


Anak Usia 12 Bulan Belum Divaksin

Bahkan sampai dengan bulan Februari 2023 ini saja, saya masih mendapati anak-anak yang imunisasinya belum lengkap, tidak hanya satu atau dua, melainkan sampai usia 12 bulan belum divaksin apa-apa kecuali Hepatitis B setelah lahir.

Anak dalam kondisi seperti ini dalam bahaya besar terinfeksi berbagai penyakit mematikan, seperti Difteri, Tetanus, atau menyebabkan kecacatan seperti Polio.

Bagaimana Cara Mengejar Imunisasinya?

Pada dasarnya hampir semua imunisasi bisa disusulkan pemberiannya (catch up imunisasi). Hanya saja kendalanya di lapangan, tidak semua tenakes/dokter tau bagaimana caranya.

Dalam kasus seperti ini, tenakes bisa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter spesialis anak (DSA) untuk membantu penjadwalan vaksinasi susulan, atau boleh saja membuat jadwal vaksinasi sendiri, dengan panduan sebagai berikut:

A. Perhatikan Batas Usia Pemberian

Sebagian kecil vaksin memiliki batas usia pemberian, misalnya BCG dibatasi hanya bagi mereka yang berusia 12 bulan ke bawah, vaksin Rotavirus harus sudah diberikan dosis pertama sebelum usia 14 pekan, dan vaksin PCV maksimal diberikan pada usia 59 bulan.

Vaksin-vaksin lain bisa diberikan bahkan sampai usia 18 tahun sekalipun.

B. Boleh Memberikan Dua Vaksin Atau Lebih Dalam Satu Hari

Untuk mempercepat proses catch up imunisasi, boleh diberikan dua atau lebih vaksin dalam satu hari, misalnya memberikan vaksin DTP kombo, Polio tetes, dan MR dalam satu hari.

C. Perhatikan Jarak Antardosis

Pada dasarnya jarak minimal antardosis vaksin tidak jauh berbeda, misal jarak minimal antardosis Polio tetes dan DTP kombo adalah 4 pekan. Vaksin MR juga dalam kondisi tertentu bisa diberikan dengan jarak 4 pekan dari vaksin MR sebelumnya.

D. Beri Catatan Jadwal Vaksinasi Untuk Orang Tua/Pengasuh

Berikan jadwal vaksinasi susulan kepada orang tua/pengasuh secara tertulis. Apabila imunisasi harus tertunda kembali, lakukan penjadwalan ulang dan tulis lagi.

Contoh Jadwal Vaksinasi Susulan pada Anak Usia 12 Bulan (ilustrasi - dok pribadi)

dr. Krisna Adhi, Sp. A
Ketua Bidang Litbang & IT Perdalin Kotapraja.
Co Founder di Klinik Vaksinasi Ar Rohmah,
Dokter Anak di RS Mitra Keluarga Slawi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vaksin MR dan MMR, Pilih yang Mana?

"Anak saya belum vaksin MR dok, lebih baik pakai MR atau MMR ya?" Tanya seorang ibu. Ia membaca banyak pemberitaan tentang wabah Campak belakangan, dan agak kuatir karena anaknya yang berusia 9 bulan belum mendapat vaksin Campak. Di Indonesia sendiri ada 3 vaksin Campak yang tersedia :  Vaksin Campak Rubela (MR), Vaksin MMR, dan  Vaksin MMRV Vaksin MR (dok pribadi) Vaksin MR adalah vaksin yang diberikan secara gratis di posyandu/puskesmas, menggantikan vaksin Campak sejak tahun 2017 lalu . Vaksin ini diberikan mulai usia 9 bulan, kemudian diulangi pemberiannya pada usia 18 bulan dan satu kali lagi di antara usia 5-7 tahun. Sedangkan vaksin MMR dan MMRV bisa diberikan mulai dari usia 12 bulan. Sehingga akan lebih baik untuk memberikan vaksin MR terlebih dahulu guna memastikan anak mendapatkan perlindungan lebih cepat dari Campak dan Rubela. Bisakah Vaksin MR dan MMR Digunakan Bergantian? Pemberian vaksin MMR mengikuti vaksin MR diperbolehkan. Misalnya usia 9 bulan bayi diberi...

Vaksin Hepatitis A: Waspada Wabah Penyakit Kuning

 "Vaksin Hepatitis bukannya sudah diberikan dari bayi ya dok?" Tanya seorang ibu suatu kali saat saya menawarkan memberikan vaksin Hepatitis A kepada anaknya. "Betul bu. Itu vaksin Hepatitis B, kalau yang saya tawarkan ini vaksin Hepatitis A." Jawab saya. Apa itu Hepatitis A? Hepatitis A adalah penyakit peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A . Penyakit ini menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak erat dan perantaraan air dan makanan yang terkontaminasi oleh virus Hepatitis A. Ilustrasi sklera mata yang menguning pada penderita Hepatitis   A Penyakit Hepatitis A berbeda dengan Hepatitis B, baik dari penyebab, tanda dan gejala, hingga komplikasinya. Vaksin yang digunakan untuk mencegah kedua penyakit ini juga berbeda, baik jenis, dosis maupun manfaat perlindungannya. Seperti Apa Tanda dan Gejala Hepatitis A? Tidak semua orang yang terinfeksi oleh Hepatitis A menunjukkan tanda dan gejala penyakit. Pada anak-anak boleh jadi penyakit...

Vaksin Influenza: Murah dan Banyak Manfaat

"Anak saya sering batuk pilek dok, apakah boleh diberikan vaksin Influenza?" tanya seorang ibu. Jawabannya tentu saja boleh, tapi satu hal yang harus diingat. Batuk pileknya belum tentu sembuh dengan vaksin Influenza. Lho lalu bagaimana yang benar? Apa Sih Influenza Itu? Satu hal yang harus diperjelas kepada orang tua/pengasuh saat akan memberikan vaksinasi adalah menerangkan manfaat yang akan didapat. Jangan sampai orang tua/pengasuh memiliki ekspektasi yang berlebihan sehingga berujung kekecewaan. Vaksin Influenza belakangan mulai populer, sebagai salah satu efek dari munculnya kesadaran untuk melakukan imunisasi di era pandemi. Apalagi harga vaksin ini termasuk murah dan mudah didapatkan di mana saja. Seorang anak sedang diberikan imunisasi Influenza berbeda dengan batuk pilek sehari-hari (sering disebut sebagai Salesma atau Common Cold dalam bahasa Inggris). Tanda dan gejala Influenza lazimnya lebih berat dan memunculkan komplikasi seperti radang telinga tengah, radang ...