"Anak saya sudah divaksin Campak loh dok, kok masih ketularan juga ya?" Keluh seorang ibu.Si anak tampak tertidur di atas kasur di sebuah ruangan isolasi rumah sakit, terpaksa menjalani rawat inap karena ada komplikasi berupa radang paru.
Kenapa Anak yang Divaksin Masih Bisa Kena Campak?
Satu-satunya cara menghindari anak dari infeksi Campak adalah dengan memberikan kekebalan tubuh atau imun. Kekebalan terhadap Campak bisa didapatkan hanya melalui dua cara:
- Terkena infeksi secara alami, atau
- Imunisasi Campak.
Tidak ada obat-obatan atau jejamuan yang dapat diberikan sebagai pengganti. Sehingga satu-satunya pilihan yang paling rasional adalah imunisasi. Kenapa rasional? Karena nggak membiarkan anak terinfeksi Campak bisa membahayakan dirinya maupun anak-anak lain.
Campak memiliki banyak komplikasi, antara lain radang paru dan diare. Dan keduanya merupakan penyebab kematian balita nomor satu dan dua di Indonesia.
Sekarang masalahnya kenapa ada anak yang masih kena Campak meskipun sudah divaksin? Ada beberapa penjelasan:
Pertama.
Vaksin tidak memberikan perlindungan 100%, artinya memang masih ada sebagian kecil anak yang tetap sakit meskipun sudah diberikan vaksin dengan lengkap.
Kedua.
Kualitas vaksin bermasalah.
Pemberian Vaksin Campak yang Benar
Vaksin Campak saat ini tersedia dalam 3 pilihan merk di Indonesia:
Vaksin MR lengkap dengan tanggal dan jam rekonstitusi (dok pribadi)
Terlepas dari masa lalu kita yang pernah dinodai dengan keberadaan vaksin palsu tahun 2016 lalu, di masa kini rasanya mencari vaksin palsu justru lebih sulit daripada membeli vaksin asli.
Dua tahun terakhir berkecimpung dalam dunia vaksinasi, saya malah belum pernah sekalipun mendapat tawaran membeli vaksin dari sumber nonresmi. Pun cara untuk mendapatkan vaksin secara legal juga kini sudah jauh lebih mudah dan sudah jarang terjadi kelangkaan vaksin.
Permasalahannya berarti bukan karena vaksinnya tidak asli, namun boleh jadi kualitas vaksin yang sudah tidak lagi baik.
Vaksin MR yang ada di Indonesia terdiri dari 1 kemasan saja, yaitu vial berisi 10 dosis. Harganya terbilang mahal, lebih dari Rp500.000,00 (dengan ppn 11%). Dan sekali direkonstitusi, vaksin MR hanya bisa digunakan selama 6 jam saja, sisa vaksin yang tidak terpakai lewat dari 6 jam itu TIDAK BOLEH DIBERIKAN lagi kepada anak-anak.
Bagaimana Jika Vaksin MR Sisa Diberikan?
Selama disimpan dengan benar (pada suhu 2-8 derajat), tidak terjadi kontaminasi pada vaksin, lazimnya vaksin sisa tadi tidak akan menimbulkan masalah pada anak-anak. Namun tentu saja kualitasnya sudah tidak baik lagi. Artinya tidak lagi bisa memunculkan imun sebagaimana yang diharapkan.
Sehingga memastikan anak mendapat vaksin yang berkualitas baik merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh orang tua. Berikan vaksinasi di tempat pelayanan yang bertanggung jawab. Harga vaksin MR yang terlalu murah semestinya dicurigai sebagai indikasi penggunaan vaksin yang tidak benar.
Benar bahwa dengan harga Rp500.000,00 per 10 dosis akan didapatkan harga modal Rp50.000,00 per dosisnya, yang jadi masalah, mengumpulkan 10 orang anak dalam satu waktu yang sama tidak selalu mudah. Bagaimana jika yang datang ternyata hanya 5 anak? Apakah vaksinasi tetap diberikan atau diundur? Atau apakah harga vaksin akan berubah-ubah sesuai dengan jumlah anak yang datang?
Kriteria ABC Dalam Menilai Layanan Vaksin
- Asli. Vaksin yang digunakan harus asli,
- Berkualitas. Kualitas vaksin masih baik (termasuk vaksin MR masih berada dalam waktu 6 jam yang dianjurkan tadi), dan
- Cara pemberiannya benar.


Komentar
Posting Komentar