Langsung ke konten utama

Anak Sudah Divaksin Campak, Kok Masih Kena Campak?

"Anak saya sudah divaksin Campak loh dok, kok masih ketularan juga ya?" Keluh seorang ibu.
Si anak tampak tertidur di atas kasur di sebuah ruangan isolasi rumah sakit, terpaksa menjalani rawat inap karena ada komplikasi berupa radang paru.

Kenapa Anak yang Divaksin Masih Bisa Kena Campak?

Satu-satunya cara menghindari anak dari infeksi Campak adalah dengan memberikan kekebalan tubuh atau imun. Kekebalan terhadap Campak bisa didapatkan hanya melalui dua cara:
  1. Terkena infeksi secara alami, atau
  2. Imunisasi Campak.
Tidak ada obat-obatan atau jejamuan yang dapat diberikan sebagai pengganti. Sehingga satu-satunya pilihan yang paling rasional adalah imunisasi. Kenapa rasional? Karena nggak membiarkan anak terinfeksi Campak bisa membahayakan dirinya maupun anak-anak lain.




Sekarang masalahnya kenapa ada anak yang masih kena Campak meskipun sudah divaksin? Ada beberapa penjelasan:

Pertama. 


Kedua.

Kualitas vaksin bermasalah. 

Pemberian Vaksin Campak yang Benar

Vaksin Campak saat ini tersedia dalam 3 pilihan merk di Indonesia:
  1. Vaksin MR,
  2. Vaksin MMR, dan
  3. Vaksin MMRV.
Vaksin MR lengkap dengan tanggal dan jam rekonstitusi (dok pribadi)


Terlepas dari masa lalu kita yang pernah dinodai dengan keberadaan vaksin palsu tahun 2016 lalu, di masa kini rasanya mencari vaksin palsu justru lebih sulit daripada membeli vaksin asli.

Dua tahun terakhir berkecimpung dalam dunia vaksinasi, saya malah belum pernah sekalipun mendapat tawaran membeli vaksin dari sumber nonresmi. Pun cara untuk mendapatkan vaksin secara legal juga kini sudah jauh lebih mudah dan sudah jarang terjadi kelangkaan vaksin.

Permasalahannya berarti bukan karena vaksinnya tidak asli, namun boleh jadi kualitas vaksin yang sudah tidak lagi baik.

Vaksin MR yang ada di Indonesia terdiri dari 1 kemasan saja, yaitu vial berisi 10 dosis. Harganya terbilang mahal, lebih dari Rp500.000,00 (dengan ppn 11%). Dan sekali direkonstitusi, vaksin MR hanya bisa digunakan selama 6 jam saja, sisa vaksin yang tidak terpakai lewat dari 6 jam itu TIDAK BOLEH DIBERIKAN lagi kepada anak-anak.

Bagaimana Jika Vaksin MR Sisa Diberikan?

Selama disimpan dengan benar (pada suhu 2-8 derajat), tidak terjadi kontaminasi pada vaksin, lazimnya vaksin sisa tadi tidak akan menimbulkan masalah pada anak-anak. Namun tentu saja kualitasnya sudah tidak baik lagi. Artinya tidak lagi bisa memunculkan imun sebagaimana yang diharapkan.

Sehingga memastikan anak mendapat vaksin yang berkualitas baik merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh orang tua. Berikan vaksinasi di tempat pelayanan yang bertanggung jawab. Harga vaksin MR yang terlalu murah semestinya dicurigai sebagai indikasi penggunaan vaksin yang tidak benar.

Benar bahwa dengan harga Rp500.000,00 per 10 dosis akan didapatkan harga modal Rp50.000,00 per dosisnya, yang jadi masalah, mengumpulkan 10 orang anak dalam satu waktu yang sama tidak selalu mudah. Bagaimana jika yang datang ternyata hanya 5 anak? Apakah vaksinasi tetap diberikan atau diundur? Atau apakah harga vaksin akan berubah-ubah sesuai dengan jumlah anak yang datang?

Kriteria ABC Dalam Menilai Layanan Vaksin

  1. Asli. Vaksin yang digunakan harus asli,
  2. Berkualitas. Kualitas vaksin masih baik (termasuk vaksin MR masih berada dalam waktu 6 jam yang dianjurkan tadi), dan 
  3. Cara pemberiannya benar.
dr. Krisna Adhi, Sp. A
Ketua Bidang Litbang & IT Perdalin Kotapraja.
Co Founder di Klinik Vaksinasi Ar Rohmah,
Dokter Anak di RS Mitra Keluarga Slawi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vaksin Rotavirus: Melengkapi Perlindungan Anak Terhadap Diare

"Loh memangnya ada vaksin untuk diare ya?" sahut seorang ibu keheranan, "anak saya masih bisa diberikan vaksinnya nggak?" lanjutnya lagi. Bagi kebanyakan orang, diare identik dengan lingkungan yang kotor, jorok, kumuh. Maka saat seorang anak terkena diare padahal sudah tinggal di rumah yang terjaga bersih, muncul rasa heran. Diare Rotavirus tidak hanya menjadi masalah di Indonesia saja, tapi juga di negara-negara maju lainnya. Karena alasan itulah dikembangkan vaksin Rotavirus. Vaksin Rotavirus pertama di dunia dirilis tahun 1998. Seorang anak dengan diare sedang ditangani petugas Waktu Pemberian Vaksin Rotavirus Vaksin Rotavirus diberikan mulai usia 8 pekan (2 bulan) . Dosis vaksin Rotavirus bervariasi di antara merk vaksin. Ada yang membutuhkan dua dosis dan tiga dosis.  Yang menjadi masalah, masa pemberian vaksin ini terbatas. Usia maksimal pemberian dosis pertama adalah 14 pekan, dan vaksinasi sudah harus selesai diberikan pada usia 24 atau 32 pekan, tergantung ...

Vaksin MR dan MMR, Pilih yang Mana?

"Anak saya belum vaksin MR dok, lebih baik pakai MR atau MMR ya?" Tanya seorang ibu. Ia membaca banyak pemberitaan tentang wabah Campak belakangan, dan agak kuatir karena anaknya yang berusia 9 bulan belum mendapat vaksin Campak. Di Indonesia sendiri ada 3 vaksin Campak yang tersedia :  Vaksin Campak Rubela (MR), Vaksin MMR, dan  Vaksin MMRV Vaksin MR (dok pribadi) Vaksin MR adalah vaksin yang diberikan secara gratis di posyandu/puskesmas, menggantikan vaksin Campak sejak tahun 2017 lalu . Vaksin ini diberikan mulai usia 9 bulan, kemudian diulangi pemberiannya pada usia 18 bulan dan satu kali lagi di antara usia 5-7 tahun. Sedangkan vaksin MMR dan MMRV bisa diberikan mulai dari usia 12 bulan. Sehingga akan lebih baik untuk memberikan vaksin MR terlebih dahulu guna memastikan anak mendapatkan perlindungan lebih cepat dari Campak dan Rubela. Bisakah Vaksin MR dan MMR Digunakan Bergantian? Pemberian vaksin MMR mengikuti vaksin MR diperbolehkan. Misalnya usia 9 bulan bayi diberi...

Sepenggal Cerita dari Hari Asma

Sependek pengalaman saya, Asma pada anak merupakan salah satu penyakit yang paling terlantar penanganannya di kota-kota kecil. Terlantar di sini maksudnya bukan berarti tidak ditangani atau dibiarkan tanpa pengobatan, namun penanganan Asma seolah jalan di tempat, padahal obat-obatan untuk mengontrol Asma sudah banyak tersedia di pasaran. Batuk Lama Bukan Hanya TB Saat seorang anak mengalami batuk lama (lebih dari 14 hari), hal yang mungkin terlintas di benak kebanyakan orang adalah Tuberkulosis atau TB. Dan hal ini memang ada benarnya, mengingat Indonesia merupakan negara kedua terbesar beban TB-nya di seluruh dunia . Seorang anak sedang mengikuti kegiatan Posyandu Akan tetapi batuk lama bukan hanya TB. Ada berbagai penyebab lain yang harus dipikirkan, salah satunya Asma. Mengapa demikian? Karena penanganan TB berbeda sekali dengan Asma. Sehingga anak dengan batuk lama yang diberikan obat TB tentu tidak akan mengalami perbaikan pada batuknya. Hari Asma Sedunia Setiap tanggal 2 Mei duni...