Langsung ke konten utama

Salah Paham Buku KIA (Bagian 1)

"Buku pink-nya dibawa bu?" Tanya saya kepada seorang ibu.

"Nggak dibawa dok, memangnya perlu ya?" Jawabnya.

"Perlu dong, di buku itu kan ada catatan pengobatan dokter, jadi kan saya bisa tulis hasil pemeriksaan hari ini." Sahut saya.

"Oh begitu ya, saya pikir buku pink itu cuma untuk posyandu aja."

Ragam Manfaat Buku KIA

Sebagian orang tua/pengasuh memandang buku KIA mirip dengan penggalan dialog di atas: Hanya sebagai buku catatan posyandu. Sehingga buku sepenting itu jarang atau bahkan nggak pernah dibawa saat memeriksakan anaknya ke dokter.


Lucunya lagi kadang ada juga orang tua yang mengaku buku KIA si anak dikumpulkan oleh ibu kader di posyandu. Saya paham kalau maksud ibu kader mungkin baik, daripada bukunya ketinggalan terus dan malah merepotkan, lebih mudah kalau mereka yang pegang aja.

Masalahnya buku KIA itu idealnya juga dibaca dan dipelajari oleh orang tua/pengasuh di rumah. Menjadi semacam buku rapor kesehatan si anak. Bagaimana performa kenaikan beratnya, seberapa lengkap imunisasinya, dan lain-lain.

Catatan Pengobatan Anak

Satu hal yang saya sangat anjurkan untuk dibiasakan adalah meminta dokter menulis catatan pengobatan anak di buku KIA. Hal ini akan lebih bermanfaat lagi apabila kebetulan anak memiliki masalah kesehatan kronis, misalkan TB, Asma, Alergi, dan sebagainya.



Catatan pengobatan anak di buku KIA (dok pribadi)


Salah satu kegunaan dari melengkapi catatan ini adalah proses pengobatan anak lebih terjaga kesinambungannya. Boleh jadi anak tidak selalu diperiksa di tempat dan oleh dokter yang sama, sehingga catatan medis pasien tidak selalu bisa diperoleh.

Di sinilah buku KIA menjadi semacam resume singkat yang bisa mengkomunikasikan masalah anak yang ditemukan oleh satu orang dokter ke dokter lainnya.

dr. Krisna Adhi, Sp. A
Ketua Bidang Litbang & IT Perdalin Kotapraja.
Co Founder di Klinik Vaksinasi Ar Rohmah,
Dokter Anak di RS Mitra Keluarga Slawi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vaksin MR dan MMR, Pilih yang Mana?

"Anak saya belum vaksin MR dok, lebih baik pakai MR atau MMR ya?" Tanya seorang ibu. Ia membaca banyak pemberitaan tentang wabah Campak belakangan, dan agak kuatir karena anaknya yang berusia 9 bulan belum mendapat vaksin Campak. Di Indonesia sendiri ada 3 vaksin Campak yang tersedia :  Vaksin Campak Rubela (MR), Vaksin MMR, dan  Vaksin MMRV Vaksin MR (dok pribadi) Vaksin MR adalah vaksin yang diberikan secara gratis di posyandu/puskesmas, menggantikan vaksin Campak sejak tahun 2017 lalu . Vaksin ini diberikan mulai usia 9 bulan, kemudian diulangi pemberiannya pada usia 18 bulan dan satu kali lagi di antara usia 5-7 tahun. Sedangkan vaksin MMR dan MMRV bisa diberikan mulai dari usia 12 bulan. Sehingga akan lebih baik untuk memberikan vaksin MR terlebih dahulu guna memastikan anak mendapatkan perlindungan lebih cepat dari Campak dan Rubela. Bisakah Vaksin MR dan MMR Digunakan Bergantian? Pemberian vaksin MMR mengikuti vaksin MR diperbolehkan. Misalnya usia 9 bulan bayi diberi...

Vaksin Hepatitis A: Waspada Wabah Penyakit Kuning

 "Vaksin Hepatitis bukannya sudah diberikan dari bayi ya dok?" Tanya seorang ibu suatu kali saat saya menawarkan memberikan vaksin Hepatitis A kepada anaknya. "Betul bu. Itu vaksin Hepatitis B, kalau yang saya tawarkan ini vaksin Hepatitis A." Jawab saya. Apa itu Hepatitis A? Hepatitis A adalah penyakit peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A . Penyakit ini menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak erat dan perantaraan air dan makanan yang terkontaminasi oleh virus Hepatitis A. Ilustrasi sklera mata yang menguning pada penderita Hepatitis   A Penyakit Hepatitis A berbeda dengan Hepatitis B, baik dari penyebab, tanda dan gejala, hingga komplikasinya. Vaksin yang digunakan untuk mencegah kedua penyakit ini juga berbeda, baik jenis, dosis maupun manfaat perlindungannya. Seperti Apa Tanda dan Gejala Hepatitis A? Tidak semua orang yang terinfeksi oleh Hepatitis A menunjukkan tanda dan gejala penyakit. Pada anak-anak boleh jadi penyakit...

Vaksin Influenza: Murah dan Banyak Manfaat

"Anak saya sering batuk pilek dok, apakah boleh diberikan vaksin Influenza?" tanya seorang ibu. Jawabannya tentu saja boleh, tapi satu hal yang harus diingat. Batuk pileknya belum tentu sembuh dengan vaksin Influenza. Lho lalu bagaimana yang benar? Apa Sih Influenza Itu? Satu hal yang harus diperjelas kepada orang tua/pengasuh saat akan memberikan vaksinasi adalah menerangkan manfaat yang akan didapat. Jangan sampai orang tua/pengasuh memiliki ekspektasi yang berlebihan sehingga berujung kekecewaan. Vaksin Influenza belakangan mulai populer, sebagai salah satu efek dari munculnya kesadaran untuk melakukan imunisasi di era pandemi. Apalagi harga vaksin ini termasuk murah dan mudah didapatkan di mana saja. Seorang anak sedang diberikan imunisasi Influenza berbeda dengan batuk pilek sehari-hari (sering disebut sebagai Salesma atau Common Cold dalam bahasa Inggris). Tanda dan gejala Influenza lazimnya lebih berat dan memunculkan komplikasi seperti radang telinga tengah, radang ...