Langsung ke konten utama

Penyakit di Dunia yang Ternyata Ada Vaksinnya (Bagian 1)

 Selain dari vaksin-vaksin yang selama ini kita kenal, misal BCG, Polio, DTP, PCV, atau Influenza ternyata ada juga loh vaksin-vaksin lain yang tersedia di dunia ini.

Sebagian dari vaksin "asing" ini memang nggak diperlukan di Indonesia (karena tidak ada penyakitnya), atau diperlukan pada populasi khusus (misal mereka yang akan melaut di mancanegara), atau memang belum masuk aja ke pasar Indonesia.

Vaksin-vaksin apa aja itu, berikut ceritanya:

1. Vaksin Malaria

Banyak yang belum tau kalau Malaria kini bisa dicegah dengan vaksin. Sebagian lagi malah mungkin nggak tau Malaria itu apaan, hehe.


Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium sp.. Penyakit ini dibawa oleh nyamuk, dan menyebar dari orang yang sakit kepada mereka yang digigit nyamuk.

Tanda dan gejala Malaria antara lain:

a. Demam,

b. Menggigil,

c. Nyeri kepala,

d. Nyeri otot,

e. Lemas,

f. Mual dan muntah,

Apabila tidak ditangani dengan baik, infeksi bisa bertambah berat dan menyebabkan gagal ginjal, kejang, penurunan kesadaran, koma, hingga kematian.

Di masa lalu, kasus Malaria ini banyak dijumpai di Indonesia, kini hanya beberapa provinsi aja yang masih memiliki banyak kasus Malaria (istilahnya kawasan endemis tinggi), yaitu: 

a. Provinsi Papua,

b. Provinsi NTT,

c. Provinsi Papua Barat, dan

d. Provinsi Kalimantan Timur.

Serta ada ratusan kabupaten/kota lainnya yang menyandang status endemis sedang/rendah. Pada tahun 2021 ada lebih dari 300.000 kasus Malaria di Indonesia.

Kalau Anda baru mendengar tentang keberadaan vaksin Malaria, itu mungkin juga karena vaksin ini baru mulai diberikan hampir 4 tahun lalu, tepatnya pada tahun 2019.

Salah satu negara yang sukses menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Malaria adalah Kenya.


Kenapa Vaksin Malaria Penting Diberikan?

Sekitar 479.000 anak balita di benua Afrika meninggal dunia pada tahun 2020 karena Malaria. Angka itu merupakan 80% dari total kematian di benua Afrika akibat Malaria. Pemberian vaksin Malaria diharapkan menjadi bagian dari solusi mengatasi Malaria, dan menghindarkan ratusan ribu kematian setiap tahunnya.

Seperti Apa Vaksin Malaria?


Vaksin Malaria yang tersedia saat ini memiliki nama generik RTS,S dengan nama dagang Mosquirix, buatan GSK, Belgia. Vaksin diberikan untuk mencegah anak dari infeksi Plasmodium falciparum, salah satu parasit penyebab Malaria yang paling mematikan.


Mosquirix diberikan mulai usia 5 bulan sebanyak 4 dosis. Dosis pertama sampai ketiga diberikan dengan jarak 4 pekan. Sedangkan dosis keempat diberikan dua tahun kemudian sebagai dosis booster.

Siapa Diberikan Vaksin Malaria?

Sampai saat ini vaksin Malaria baru beredar di beberapa negara di benua Afrika, yaitu Ghana, Malawi, dan Kenya. Pada tahun 2021 sebanyak 800.000 anak sudah mendapatkan total 2,3 juta dosis vaksin.

Data WHO hingga awal April 2023 menyebutkan sudah ada 4,5 juta dosis vaksin Malaria yang didistribusikan.

Bagaimana Hasil Dari Pemberian Vaksin Malaria?

Deborah Marie, seorang petugas kesehatan dari Kisumu Country, Kenya menyatakan bahwa setelah dimulainya vaksin Malaria, kejadian Malaria menurun. Dari yang biasanya mendapatkan temuan 8 kasus Malaria menjadi hanya 1-2 kasus saja dalam sebulan.


Leonard, seorang asisten chief dari Muhoroni menyampaikan, bahwa sebelum adanya imunisasi Malaria ada banyak kematian (akibat Malaria-Red.) di daerahnya. Ia seringkali menulis banyak surat kematian, namun saat ini sudah berkurang.

Sampai dengan saat ini penelitian masih berlangsung untuk menilai seperti apa dampak dari pemberian vaksin Mosquirix. Kita tunggu saja kabar baiknya, semoga vaksin ini juga bisa diberikan kepada saudara-saudara kita di kawasan endemik tinggi Malaria.

dr. Krisna Adhi, Sp. A
Ketua Bidang Litbang & IT Perdalin Kotapraja.
Co Founder di Klinik Vaksinasi Ar Rohmah,
Dokter Anak di RS Mitra Keluarga Slawi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vaksin Polio: Demi Terwujudnya Eradikasi Polio

Apa Itu Poliomielitis? Definisi: Poliomielitis (Polio) adalah penyakit infeksi sangat menular disebabkan oleh Poliovirus . Penyakit ini utamanya menyerang balita, ditularkan oleh orang ke orang melalui rute fekal-oral. Virusnya akan berkembang biak di usus, kemudian dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan. Tanda dan Gejala: Sekitar 90% dari orang yang terinfeksi tidak bergejala atau mengalami gejala ringan, sehingga penyakit ini tidak dikenali. Pada sebagian orang mungkin muncul gejala demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kaku pada leher, dan nyeri pada tungkai. Seorang anak menderita kelumpuhan akibat Polio Pada sebagian kecil kasus, virus menyebabkan kelumpuhan, biasanya pada kaki dan kelumpuhannya bersifat permanen. Sekitar 5-10% penderita yang mengalami kelumpuhan akan terjadi kelumpuhan pada otot pernapasan yang bisa menyebabkan kematian . Komplikasi: Kecacatan permanen, meninggal dunia, sindrom Pascapolio. Penyakit Polio Tak Dapat Disembuhkan Hingga saat ini...

Vaksin Rotavirus: Melengkapi Perlindungan Anak Terhadap Diare

"Loh memangnya ada vaksin untuk diare ya?" sahut seorang ibu keheranan, "anak saya masih bisa diberikan vaksinnya nggak?" lanjutnya lagi. Bagi kebanyakan orang, diare identik dengan lingkungan yang kotor, jorok, kumuh. Maka saat seorang anak terkena diare padahal sudah tinggal di rumah yang terjaga bersih, muncul rasa heran. Diare Rotavirus tidak hanya menjadi masalah di Indonesia saja, tapi juga di negara-negara maju lainnya. Karena alasan itulah dikembangkan vaksin Rotavirus. Vaksin Rotavirus pertama di dunia dirilis tahun 1998. Seorang anak dengan diare sedang ditangani petugas Waktu Pemberian Vaksin Rotavirus Vaksin Rotavirus diberikan mulai usia 8 pekan (2 bulan) . Dosis vaksin Rotavirus bervariasi di antara merk vaksin. Ada yang membutuhkan dua dosis dan tiga dosis.  Yang menjadi masalah, masa pemberian vaksin ini terbatas. Usia maksimal pemberian dosis pertama adalah 14 pekan, dan vaksinasi sudah harus selesai diberikan pada usia 24 atau 32 pekan, tergantung ...

Vaksin Hepatitis B: Melindungi dari Gagal Hati

Vaksin Hepatitis B adalah vaksin yang pertama kali diberikan kepada anak, yaitu pada hari ia dilahirkan. Kenapa harus secepat itu diberikannya? Karena salah satu cara Hepatitis B ditularkan saat proses persalinan, baik itu persalinan spontan ataupun sesar . Infeksi Hepatitis B yang terjadi pada awal masa kehidupan ini sekitar 70-90% bisa menjadi kronis dan sebagian dari penderita Hepatitis B kronis akan mengalami Sirosis hati hingga berujung ke kanker hati. Waktu Ideal Pemberian Hepatitis B Hepatitis B diberikan sebanyak 5 kali dan idealnya diberikan segera setelah lahir (tentunya setelah pemberian vitamin K), sebelum bayi berusia 24 jam. Vaksin ini diberikan dengan cara disuntikkan di paha bayi, lazimnya tidak ada efek simpang yang terjadi. Ilustrasi bayi baru lahir Nah bagaimana kalau bayi sudah berusia lebih dari 24 jam namun belum diberikan vaksin Hepatitis B? Dalam kasus seperti ini, vaksin masih bisa diberikan namun tentu saja efek proteksinya tidak sebaik bayi yang diberikan ...